Menu

Pertemuan Lintas Program dan Lintas Sektor (LP/LS) Program Gizi Seksi Gizi Dinas Kesehatan Kota Denpasar Tahun 2015

  • Selasa, 05 Mei 2015
  • 8260x Dilihat

Keadaan gizi yang baik merupakan prasyarat terciptanya sumber daya manusia masa depan yang berkualitas. Anak yang mengalami masalah gizi pada usia dini akan mengalami gangguan tumbuh kembang dan meningkatkan kesakitan, penurunan produktivitas serta kematian. Saat ini masalah Kurang Gizi Besi (AGB), Kurang Vitamin A, Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) masih banyak ditemukan, sementara masalah gizi lebih dan kegemukan cenderung meningkat.
Masalah gizi dapat terjadi pada semua kelompok umur, mulai dari janin di dalam kandungan sampai dewasa dan lanjut usia. Upaya perbaikan gizi dalam kaitannya dengan upaya peningkatan sumber daya manusia pada seluruh kelompok umur dengan mengikuti siklus kehidupan (life approach).

Berdasarkan “penyebab masalah kurang gizi” (Unicef, 1998), dapat disimpulkan bahwa masalah gizi pada tahap kehidupan yang satu akan berpengaruh pada tahap kehidupan selanjutnya, sehingga pemecahan masalah gizi harus secara komprehensif untuk semua tahapan siklus kehidupan. Penyebab langsung masalah gizi adalah ketidakseimbangan antara asupan makanan (jumlah dan mutu) serta zat gizi tidak dapat dimanfaatkan oleh tubuh secara optimal karena adanya gangguan penyerapan sebagai akibat adanya penyakit infeksi. Sedangkan penyebab tidak langsung masalah gizi tidak cukup tersedianya pangan di rumah tangga, kurang baiknya pola asuh anak terutama dalam pola pemberian makanan pada anak serta sanitasi yang kurang memadai, kesehatan lingkungan dan kurang baiknya pelayanan kesehatan. Semua keadaan di atas berkaitan dengan rendahnya tingkat pendidikan, tingkat pendapatan dan kemiskinan.

Masalah kurang gizi berkaiatan erat dengan penyakit infeksi seperti tuberculosis, malaria, diare, pneumonia, HIV/AIDS , sedangkan gizi lebih merupakan faktor resiko terjadinya penyakit degeneratif/penyakit tidak menular seperti penyakit jantung dan pembuluh darah, diabetes melitus dan kanker.

Selain itu terdapat kecendrungan peningkatan kasus penyakit yang terkait dengan gizi (nutrition related disease). Semua ini memerlukan pelayanan gizi yang bermutu untuk mempertahankan status gizi yang optimal.

Berdasarkan uraian diatas, Dinas Kesehatan Kota Denpasar dipandang perlu melaksanakan upaya koordinasi melalui pertemuan verifikasi informasi dan kajian epidemiologi dalam rangka perbaikan gizi masyarakat sehingga permasalahan gizi yang terjadi dapat diatasi dalam rangka menciptakan sumber daya manusia masa depan yang berkualitas.

Pertemuan Lintas Program dan Lintas Sektor (LP/LS) Program Gizi Dinas Kesehatan Kota Denpasar ini dilaksanakan pada Hari Selasa, 28 April 2015 bertempat di Gedung Sewaka Dharma Kota Denpasar dengan mengundang pihak-pihak yang terkait dengan pelaksanaan program gizi di Kota Denpasar seperti PKK Kota Denpasar, BPM & Pemdes, Badan KB & PP,Jususan Gizi Poltekkes Denpasar, IBI Cabang Bali, Camat se-Kota Denpasar, tenaga pelaksana gizi Puskesmas, dll.

Narasumber dari pertemuan ini adalah dari Kabid. Binkesmas Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan Kabid. Binkesmas Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan membahas materi :

1.Kebijakan program perbaikan gizi masyarakat tahun 2015
2.Hasil cakupan program perbaikan gizi Seksi Gizi Dinas Kesehatan Kota Denpasar semester I Tahun 2015
3.Evaluasi pelaksanaan program perbaikan gizi Seksi Gizi Dinas Kesehatan Kota Denpasar semester I Tahun 2015

Pertemuan ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi lintas program dan lintas sektor dalam upaya perbaikan gizi masyarakat di Kota Denpasar, menganalisa permasalahan gizi yang ada di Kota Denpasar dan meningkatkan kerjasama dan koordinasi antar sektor tekait dalam upaya perbaikan gizi masyarakat.