Peresmian Klinik VCT â€Gumitir †PKBI Daerah Bali, Denpasar
Peresmian Klinik VCT â€Gumitir †PKBI Daerah Bali, Denpasar
Hari ini bapak Wakil Walikota Denpasar meresmikan Klinik VCT “ GUMITIR†PKBI Daerah Bali, sebagai wujud perhatian Pemerintah Kota Denpasar terhadap perkembangan HIV dan AIDS.
Masalah HIV dan AIDS harus menjadi perhatian semua pihak karena telah dinyatakan sebagai masalah Kesehatan masyarakat. Epidemi AIDS dapat menjadi ancaman bagi kesehatan, berdampak pada kehidupan sosial, sumber daya manusia, pendidikan, keamanan politik dan ekonomi bahkan berdampak pada Pembangunan Daerah karena menyebabkan kematian terutama generasi usia muda. Jumlah kasus yang terlaporkan hanya merupakan sebagian kecil dari kasus sesungguhnya, sehingga hal ini sering disebutkan sebagai fenomena gunung es, hanya permukaannya saja yang terlihat. Hal ini terjadi karena HIV hanya bisa dideteksi dengan tes darah dan tidak memiliki ciri – ciri khusus. Orang yang terinfeksi HIV tidak menunjukkan gejala sakit hingga 5 – 10 tahun setelah terinfeksi. Gejala yang timbulpun tidak sama pada semua orang, ada yang kena TBC, ada yang diare berbulan – bulan dan sebagainya, yang mana hal ini disebut infeksi oportunistik.
Untuk dapat menguak sedikit demi sedikit fenomena gunung es di atas, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kesehatan Kota Denpasar bekerjasama dengan Depkes. RI, Global Fund, Dinkes.Prov. Bali, KPA Kota Denpasar dan PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) daerah Bali membentuk unit layanan Voluntary Konselling And Testing (VCT). VCT adalah suatu layanan konseling dan tes HIV sukarela, untuk memastikan apakah seseorang tertular HIV atau tidak. Tes HIV harus bersifat sukarela bukan atas paksaan/tekanan orang lain dan bersifat konfidensial ( dijamin kerahasiaannya oleh pihak yang melakukan tes itu) , tidak diskriminasi dan memenuhi standar jaminan mutu. Dalam layanan VCT terdapat beberapa tahapan yang dilaksanakan yaitu :
1. Konseling Pra tes HIV
Konseling ini akan memberikan penjelasan mengenai proses VCT, informasi tentang HIV dan AIDS serta keuntungan melakukan tes HIV.
2. Tes HIV
Untuk mengetahui status HIVnya dan dilakukan melalui proses pengambilan darah
3. Konseling Pasca tes HIV
Hasil tes HIV hanya diberikan kepada klien melalui konseling tatap muka pada saat konseling pasca tes HIV
Adapun mereka yang perlu ikut pelayanan VCT adalah setiap orang yang pernah melakukan perilaku beresiko tertular HIV :
1. Pernah melakukan seks berganti-ganti pasangan
2. Pernah menggunakan jarum suntik Narkoba, tatto, tindik bergantian
3. Pernah menerima tranfusi darah tanpa pemeriksaan (screening).
4. Pernah terkena penyakit kelamin lebih dari dua kali.
VCT merupakan pintu masuk dalam :
1. Membantu mengenali perilaku atau kegiatan yang dapat menjadi sarana penularan virus HIV dan AIDS.
2. Menyediakan informasi tentang HIV dan AIDS, tes HIV, pencegahan dan pengobatannya.
3. Memberikan dukungan moral untuk perubahan perilaku.
Dengan adanya Klinik VCT diharapkan dapat memberikan manfaat :
• Mengurangi perilaku beresiko tertular HIV.
• Membantu seseorang menerima status HIVnya.
• Mengarahkan orang dengan HIV dan AIDS ( ODHA ) kepada pelayanan yang dibutuhkan.
• Merencanakan perawatan untuk masa depan.
• Meningkatkan kualitas kesehatan pribadi dan perubahan perilaku.
• Mencegah infeksi HIV dari ibu ke bayi.
• Memfasilitasi akses pelayanan medis (infeksi oportunistik, infeksi menular seksual/IMS, Anti Retro Viral/ARV dan Tuberculosis/TB).
• Memfasilitasi kegiatan sebaya dan dukungan
Untuk Klinik VCT Gumitir PKBI Daerah Bali, Denpasar jenis pelayanan yang diberikan adalah Konseling dan tes HIV sukarela sedangkan untuk terapi ARV ( Anti Retro Viral ) klien dirujuk ke tempat Layanan VCT yang menyediakan ARV seperti Klinik VCT RSUP Sanglah, Klinik VCT Merpati RSUD Wangaya, VCT Yayasan Kerti Praja.
Strategi PKBI untuk pengembangan VCT †Gumitir †yaitu :
1. Menunggu Bola, artinya klinik akan melayani masyarakat yang datang ke klinik dengan prinsip sukarela, rahasia, dan non diskriminasi/stigma melalui pre dan post konseling sesuai asas VCT.
2. Kerjasama dengan lintas program khususnya Global Fund Round 8 melalui kegiatan penjangkauan, dimana petugas lapangan memberikan motivasi kepada kelompok dampingan untuk melakukan VCT di Klinik †VCT Gumitirâ€.
3. Melakukan sosialisasi, edukasi kepada masyarakat khususnya disekitar/lingkungan PKBI Daerah Bali, Denpasar dengan tujuan agar masyarakat lebih memahami pencegahan HIV-AIDS secara dini dan akhirnya mau berkunjung ke klinik VCT.
Sampai saat ini dalam rangka Penanggulangan HIV/AIDS Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinkes. Kota Denpasar, KPA Kota Denpasar bekerjasama dengan Global Fund, Dinkes. Prov. Bali, KPA Prov. Bali, LSM ( PKBI ) Daerah Bali telah membentuk 2 unit Klinik IMS ( PKBI, Puskesmas II Denpasar Selatan), 3 Unit Klinik VCT yaitu : Klinik VCT Merpati RSUD Wangaya, Klinik VCT Jempiring Asri Puskesmas II Denpasar Selatan dan Klinik VCT Gumitir PKBI Daerah Bali,Denpasar.
Di samping membuka unit – unit layanan Klinik IMS dan Klinik VCT Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kesehatan. Kota Denpasar dan KPA Kota Denpasar juga mencanangkan program – program yang lainnya di tahun 2010 ini diantaranya: Skrining darah Sero survey HIV/AIDS pada kelompok resiko tinggi seperti panti pijat, karaoke, cafe, Promosi Kesehatan (penyuluhan) di tempat kerja termasuk panti pijat, Sosialisasi HIV melalui pelatihan Tutor sebaya KSPAN (Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba ), Peringatan MRAN (Malam Renungan AIDS Nusantara ), Peringatan Hari AIDS Sedunia, Lomba KSPAN, Pembentukan KDPAN ( Kader Desa Peduli AIDS dan Narkoba ), Sidak ke Populasi kunci dan lainnya. Diharapkan program – program yang telah dan akan dijalankan bisa menekan laju epidemi HIV di Kota Denpasar.