Berdasarkan kesepakatan global (Millenium Development Goals/MDGs, 2000) pada tahun 2015 diharapkan Angka Kematian Ibu menurun sebesar tiga-perempatnya dalam kurun waktu 1990-2015 dan Angka Kematian Bayi dan Angka Kematian Balita menurun sebesar dua-pertiga dalam kurun waktu 1990-2015.
Untuk mencapai MDGs tersebut Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kesehatan Kota Denpasar telah melakukan berbagai upaya salah satunya dengan melaksanakan pelatihan pelaksanaan Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional dan terlatih mengingat :
- Kualitas generasi penerustergantung kualitas tumbuh kembang anak, terutama Batita
- Penyimpangan tumbuh kembangharus dideteksi (ditemukan) sejak dini, terutama sebelum berumur 3 tahun, supaya dapat segera di intervensi (diperbaiki)
- Bila deteksi terlambat, maka penanganan terlambat, penyimpangan sukar diperbaiki
- Presiden RI 23 Juli tahun 2005mencanangkan : Gerakan Nasional Pemantauan Tumbuh Kembang Anak
- Faktor Penentu Tumbuh Kembang Anak
- internal: genetik + proses sejak kehamilan
- eksternal : gizi, penyakit, aktifitas fisik, kualitas pengasuh /keluarga, teman, sekolah
Pelatihan ini dilaksanakan di ruang pertemuan Dinas Kesehatan Kota Denpasar pada tanggal 26 s/d 28 Mei 2015 dengan peserta sebanyak 30 orang yang terdiri dari guru-guru TK di Kota Denpasar, dengan narasumber dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia), Dinas Kesehatan Provinsi Bali , Himpaudi (Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia) dan Himpsi (Himpunan Psikologi Indonesia).