Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue yang menginfeksi bagian tubuh melalui sistem peredaran darah manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegepty yang terinfeksi. Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sudah menjadi masalah nasional karena jumlah penderita dan kematian yang diakibatkannya cukup tinggi, sehingga dapat menimbulkan keresahan masyarakat khususnya di Kota Denpasar. Oleh Karena itu diperlukan adanya suatu penanganan yang serius untuk mengantisipasi merebaknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Denpasar yaitu dengan melaksanakan Kegiatan Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (GERTAK PSN DBD).
GERTAK PSN adalah gerakan yang dilakukan secara serentak dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk memberantas sarang nyamuk dengan melakukan 3 M plus diantaranya Menguras, Menutup dan Mengubur serta mendaur ulang/ memanfaatkan barang barang bekas agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya (Breading Place) jentik nyamuk Aedes Aegpty sp.
Kegiatan GERTAK PSN kali ini dilaksanakan pada tanggal 07 maret 2014 dengan menyasar wilayah Dusun Lumintang Desa Dauh Puri Kaja yang merupakan wilayah kerja Puskesmas III Denpasar Utara dengan pertimbangan bahwa wilayah Dusun Lumintang merupakan salah satu wilayah endemis yang ada di Desa Dauh Puri Kaja. Hal Tersebut terbukti dari adanya peningkatan kasus dari tahun sebelumnya dan diperkirakan akan terus mengalami peningkatan seiiring dengan keadaan cuaca belakangan ini yang tidak menentu.
Pada pelaksanaannya kegiatan ini merupakan kegiatan yang dilakukan secara rutin dua (2) Kali dalam seminggu yaitu:
Adapun tujuan secara umum dilakukannya GERTAK PSN di Banjar Lumintang adalah untuk meningkatkan Angka Bebas Jentik (ABJ) sehingga seluruh Masyarakat terbebas dari penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan secara khusus bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahamanterhadap kesehatan lingkungan yang merupakan salah satu faktor pencetus meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), serta meningkatkan peran serta masyarakat dalam kegiatan GERTAK PSN.
Peningkatan kasus yang terjadi di Banjar Lumintang mendapat perhatian lebih dari Bapak Kepala Puskesmas dan Bapak Kepala Desa Dauh Puri Kaja, dengan didukung penuh oleh bapak I Nyoman Lodra SE.MSi selaku Camat Denpasar Utara yang telah hadir dan memberikan sambutannya dalam acara tersebut. Kemudian diikuti dengan sambutan dari Bapak Kepala Desa Dauh Puri Kaja. Dalam sambutannya, Bapak Kepala Desa Dauh Puri Kaja juga mengajak seluruh peserta untuk menyanyikan Yel-Yel Kota Denpasar guna memotivasi dan mengingatkan kembali tugas-tugas kami selaku Kader Kesehatan.
Adapun hasil dari Gertak PSN itu adalah sebagai berikut :
Kasus demam berdarah di Wilayah Kerja Puskesmas III Denpasar Utara khususnya Desa Dauh Puri Kaja mengalami peningkatan di awal tahun 2014. Menurut data dari Puskesmas menunjukkan sepanjang tahun 2012, jumlah penderita demam berdarah sebanyak 17 kasus, di tahun 2013 sebanyak 25 kasus sedangkan hingga bulan April 2014 jumlah penderita demam berdarah dengue baru tercatat sebanyak 8 kasus, sementara untuk Banjar Wangaya Kelod sendiri sampai saat ini jumlah penderita demam berdarah dengue masih nihil jika dibandingkan dengan dua (2) tahun lalu sebanyak 10 kasus. Meningkatnya jumlah penderita DBD (Demam Berdarah Dengue) di Desa Dauh Puri Kaja dikarenakan masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat, pemukimannya cukup padat, banyaknya genangan air yang dibiarkan warga sehingga memudahkan nyamuk Aedes Agepty.sp bertelur, serta belum membudayanya gerakan PSN di masyarakat, sehingga optimalisasi pengawasan pelaksanaan gerakan PSN diperlukan dengan dukungan dari semua pihak.
Untuk itu diperlukan adanya suatu penanganan yang serius untuk menekan kasus DBD (Demam Berdarah Dengue). Salah satu upaya Pengendalian Vektor DBD (Demam Berdarah Dengue) yang paling efisien dan efektif adalah dengan memutus rantai penularan melalui pemberantasan jentik. Pelaksanaannya di masyarakat dilakukan melalui upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue (PSN-DBD) dalam bentuk kegiatan 3 M plus. Untuk mendapatkan hasil yang diharapkan, kegiatan 3 M Plus ini harus dilakukan secara luas/serempak dan terus menerus/berkesinambungan. Bapak Kepala Puskesmas III Denpasar Utara mengungkapkan bahwa ”Kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan sekitarnya menjadi kunci penanggulangan kasus penyakit DBD (demam berdarah dengue). Intervensi pemerintah akan sia-sia tanpa ada kesadaran masyarakat memberantas sarang nyamuk. Tingkat pengetahuan, sikap dan kesadaran yang sangat beragam sering menghambat suksesnya gerakan PSN DBD ini,”
Melihat kondisi tersebut diatas maka pada tanggal 11 April 2014 Pukul 08.00 diadakan kegiatan Gertak PSN Massal (Pemberantasan Sarang Nyamuk), kali ini kegiatan tersebut difokuskan di Wilayah Banjar Wangaya Kelod dengan melibatkan seluruh Kader Kesehatan (JUMANTIK) dari keempat (4) Desa yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas III Denpasar Utara yaitu Desa Dauh Puri Kaja, Kelurahan Peguyangan, Peguyangan Kaja dan Peguyangan Kangin dan staf dari Puskesmas, Bapak Kelihan Br.Wangaya Kelod beserta kader lainnya. Adapun tujuan dilaksanakannya GERTAK PSN Massal di Banjar Wangaya Kelod adalah untuk mengendalikan populasi nyamuk Aedes Aegypti.sp sehingga penularan DBD (Demam Berdarah Dengue) dapat dicegah atau dikurangi. Sementara sasaran dari kegiatan ini adalah semua tempat penampungan air yang dapat berpotensi sebagai tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti.sp. Sedangkan tingkat keberhasilan kegiatan ini diukur dengan Angka Bebas Jentik (ABJ) ≥95%.Adapun hasil dari Gertak PSN itu adalah sebagai berikut :
Disamping itu pula dilakukan pencatatan di setiap container yang ditemukan positip jentik, dan melakukan cross check (kunjungan) kembali terhadap rumah warga yang rumahnya masih kosong dan positif jentik serta kami juga melakukan larvasidasi/pembubuhan Abate di tempat yang sulit dikuras yang berpotensi sebagai tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegepty.sp
Upaya pemberantasan DBD hanya dapat berhasil apabila seluruh masyarakat berperan secara aktif dalam PSN DBD. Gerakan PSN DBD merupakan bagian yang paling penting dari keseluruhan upaya pemberantasan DBD selain itu peran kader JUMANTIK sangat dibutuhkan untuk mengecek kondisi pemukiman warga dari jentik nyamuk DBD. ”Fenomena fogging tidak efektif karena hanya bisa membunuh nyamuk saat itu saja, sedangkan jentiknya tidak mati. Fogging juga berbahaya bagi lingkungan apabila dilakukan berlebihan,” ungkap Kepala Puskesmas III Denpasar Utara.