Menu

ANTISIPASI MEREBAKNYA KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE PEMKOT DENPASAR LAKUKAN FOGGING MASSAL DENGAN ULV

  • Senin, 13 April 2015
  • 3740x Dilihat

 

Saat ini kewaspadaan terhadap nyamuk penular penyakit Demam Berdarah Dengue (Aedes aegypti) harus senantiasa ditingkatkan. Cuaca yang tak menentu yang sebentar panas sebentar hujan akan menyebabkan banyaknya genangan air seperti pada kontainer, selokan, wadah-wadah plastik ataupun kaleng, kulit buah-buahan, lobang pepohonan, tanaman serta beberapa tempat lainnya. Ini tentunya menjadi tempat yang sangat disenangi nyamuk Aedes aegypti untuk bersarang dan berkembang biak. Saat cuaca hujan, nyamuk bertelur dan panas membuat telur cepat matang sehingga berkembang lebih cepat. Hal ini sangat memberi sumbangan bagi bertambahnya korban penyakit yang disebarkan oleh nyamuk ini yakni Demam Berdarah Dengue (DBD). Indonesia merupakan salah satu negara endemik DBD yang setiap tahun cenderung terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di berbagai kabupaten/kota termasuk di Kota Denpasar dan setiap 5 tahun sekali terjadi KLB besar. Tahun 2015 ini adalah merupakan siklus 5 tahunan terjadinya KLB DBD besar secara nasional, KLB besar sebelumnya telah terjadi pada tahun 2010. Oleh karena itu saat ini sangat diperlukan upaya-upaya antisipasi dan pengendalian serta pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan pelakasanaan pemberantasan sarang nyamuk penular DBD (PSN DBD) secara berkelanjutan setidaknya seminggu sekali, baik di rumah maupun di lingkungan rumah masing-masing dan di tempat-tempat umum.

Dalam upaya antisipasi terhadap merebaknya kasus DBD yang telah diprediksi akan terjadi pada tahun 2015 ini, Pemkot Denpasar sejak triwulan terakhir tahun 2014 telah mulai melakukan berbagai langkah pencegahan dan pemberantasan yakni sejak saat kasus terendah sejak bulan Oktober 2014, antara lain: 1) workshop dengan seluruh Camat, Kades/Lurah, Disdikpora, BPM, Bappeda, Kepala Puskesmas tentang strategi pencegahan merebaknya kasus DBD di tahun 2015 yang dilaksanakan pada tanggal 17 s/d 18 Oktober 2014; 2) Gerakan serentak (Gertak) PSN DBD oleh 474 orang jumantik dan koordinator jumantik se Kota Denpasar ke rumah-rumah penduduk dan di tempat-tempat umum sekaligus larvasidasi (abatisasi) massal pada tempat-tempat penampungan air (TPA) baik yang positif jentik maupun yang berisiko positif jentik; 3) fogging massal dengan mesin ULV (Ultra Low Volume) di seluruh wilayah Kota Denpasar dari tanggal 8 Nopember 2014 s/d tanggal 7 Desember 2014; 4) fogging fokus pada setiap kasus DBD yang terindikasi untuk dilakukan fogging; 5) larvasidasi massal berkelanjutan setiap 2-3 bulan sekali; 6) penyuluhan-penyuluhan tentang pencegahan DBD melalui PSN DBD dengan cara 3M-Plus.

Untuk lebih memaksimalkan upaya-upaya penanggulangan merebaknya kasus DBD yang terjadi akhir-akhir ini, dimana diperkirakan akan terus terjadi seiring dengan perubahan cuaca serta akan mencapai puncaknya pada bulan April-Mei-Juni 2015, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kesehatan kembali melaksanakan fogging massal/penyemprotan di seluruh wilayah Kota Denpasar dengan menggunakan ULV. Fogging ini menggunakan 3 mesin ULV yang diangkut oleh 3 unit mobil pick up berjalan  dan 6 orang petugas penyemprot serta 3 orang staf pengawas lapangan, dilaksanakan dari tanggal   7  April 2015 sampai dengan tanggal  16  April  2015 setiap hari, mulaiPk.04.00 Wita sampaidenganPk. 06.00 Witasesuai jadwal yang disusun.

Untuk keamanan dan keselamatan,  diminta kerja sama masyarakat sebagai berikut : (1) membuka pintu dan jendela pada saat mobil penyemprotan lewat; (2) jangan berdiri dekat-dekat dengan mobil penyemprot; (3) sebelumnya agar menutup makanan dan minuman rapat-rapat , tutup hidung dan mulut dengan masker, dll; (4) mengamankan anak kecil/bayi dari kabut semprotan; (5) mengamankan binatang peliharaan yang peka terhadap insektisida, seperti: lobster, ikan hias, dll.

Penyemprotan ini akan mampumembunuh nyamuk dewasa yang ada di luar rumah, namun tidak dapat membunuh jentik nyamuk. Karena itu dimohon kepada seluruh anggota masyarakat/rumah tangga untuk dapat melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara serentak dan berkelanjutan setidaknya seminggu sekali di rumah dan lingkunganya masing-masing serta di tempat-tempat umum, sehingga setelah fogging massal tersebut selesai dilaksanakan diharapkan tidak akan muncul lagi nyamuk-nyamuk baru yang siap menularkan DBD. 

Walikota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, SE,Msi, didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan, dr. Luh Putu Sri Armini, M.Kes pada beberapa kesempatan sebelumnya menyatakan bahwa untuk memberantas penyakit demam berdarah dengue,  peran serta masyarakat dalam melaksanakan Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (Gertak PSN DBD) dengan cara 3M-PLUS sangat diperlukan, bahkan memegang peranan yang sangat penting dan utama.Jika PSN DBD belum menjadi gerakan serentak, besar kemungkinan nyamuk ini masih ada di sekitar kita dan berpotensi menimbulkan wabah demam berdarah dengue.