Menu

ANTISIPASI DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) PEMKOT DENPASAR LAKUKAN FOGGING MASSAL DENGAN ULV

  • Rabu, 07 Mei 2014
  • 4969x Dilihat

Dalam upaya mengantisipasi dan menanggulangi merebaknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi akhir-akhir ini dan diperkirakan akan terus terjadi seiring dengan perubahan cuaca serta akan mencapai puncaknya pada bulan Mei-Juni 2014, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kesehatan melaksanakan fogging massal/penyemprotan di seluruh wilayah Kota Denpasar yang meliputi 4 (empat) kecamatan, yaitu Kecamatan Denpasar Selatan, Denpasar Barat, Denpasar Utara dan Kecamatan Denpasar Timur, menggunakan mesin yang diangkut oleh 3 unit mobil pick up berjalan (ULV) dan 6 orang petugas penyemprot serta 3 orang staf pengawas lapangan, dilaksanakan dari tanggal 6 Mei 2014 sampai dengan tanggal 15 Mei 2014 setiap hari, mulai Pk. 04.00 Wita sampai dengan Pk. 06.00 Wita.

Penyemprotan ini bertujuan membunuh nyamuk dewasa, namun tidak dapat membunuh jentik dan telur nyamuk demam berdarah. Karena itu sejak 1 (satu) bulan yang lalu (sebelum fogging) telah dilakukan upaya pemberantasan jentik dan telur nyamuk dengan penaburan bubuk larvasida pada seluruh tempat-tempat penampungan air (TPA), baik yang positif jentik maupun yang berisiko tinggi akan terdapat jentik (larvasidasi massal)  oleh 474 Juru Pemantau Jentik (JUMANTIK) bersama anggota masyarakat dan akan dilakukan secara berkelanjutan setiap 2-3 bulan sekali, serta penyuluhan pencegahan DBD melalui 3M Plus, sehingga setelah fogging selesai dilakukan diharapkan tidak akan muncul lagi nyamuk-nyamuk baru yang dapat menularkan DBD. 

Untuk keamanan dan keselamatan,  diminta kerja sama masyarakat sebagai berikut : (1) Membuka pintu dan jendela pada saat mobil penyemprotan lewat; (2) Jangan berdiri dekat-dekat dengan mobil penyemprot; (3) Sebelumnya agar menutup makanan dan minuman rapat-rapat , tutup hidung dan mulut dengan masker, dll; (4) Mengamankan anak kecil/bayi dari kabut semprotan; (5) Mengamankan binatang peliharaan yang peka terhadap insektisida, seperti: lobster, ikan hias, dll.

Disamping itu, untuk menurunkan kasus demam berdarah,  peran serta masyarakat dalam  PEMANTAUAN JENTIK SECARA BERKALA (PJB) DAN GERAKAN SERENTAK PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK (GERTAK PSN) DENGAN CARA 3 M PLUS secara berkelanjutan minimal setiap 1 (satu) minggu sekali baik di rumah maupun lingkungan rumah masing-masing dan di tempat-tempat umum (seperti tempat ibadah, balai banjar, pasar, sekolah, perkantoran, tempat usaha, hotel dan restoran, rumah/lahan kosong, dll) sangat diperlukan, bahkan memegang peranan yang sangat penting dan utama. Jika belum menjadi gerakan serentak, besar kemungkinan nyamuk ini masih ada di sekitar kita dan berpotensi menimbulkan wabah demam berdarah.

Gertak PSN DBD dilakukan dengan cara ‘3M’ Plus, yaitu :

( 3M ) :

1.Menguras dan menyikat bak mandi/wc, drum dan tempat penampungan air lainnya sekurang-kurangnya setiap 1 (satu) minggu sekali, dikarenakan perkembangan telur nyamuk menetas sekitar 7-10 hari (M1);

2.Menutup rapat-rapat tempat penampungan air, seperti: gentong air, tempayan, ember, tempat tirta, lubang payung/pajeng dan lain-lain, supaya nyamuk tidak menggunakannya sebagai tempat berkembang biak (M2);

3.Mengubur barang bekas yang dapat menampung air hujan, seperti: ban bekas, telebongkak, potongan bambu dan lain-lain, atau menyingkirkan/memanfaatkan kembali/menjual ke pemulung barang bekas, seperti: kaleng bekas, botol bekas, accu bekas, dll (M3).

Cara lain (Plus-nya), seperti:

1. Mengganti air vas bunga, tempat minum burung/hewan, dan lain-lain Setidaknya seminggu sekali;

2. Menutup lubang-lubang pohon, terutama pohon bambu,dll, ditutup dengan tanah/pasir;

3. Menaburkan bubuk larvasida (abate, jentika, bukbastik, sumilarv, dll) pada tempat-tempat penampungan air yang sulit dikuras;

4.Memelihara ikan pemakan jentik di kolam/bak-bak penampungan air lainnya yang tidak dikuras, seperti ikan cupang, ikan gufi, ikan    kepala timah, dll;

5.Memasang kawat kasa pada setiap lubang ventilasi rumah;

6.Tidak menggantung pakaian di dalam kamar/ruang yang gelap;

7.Tidak membiarkan barang-barang berserakan di dalam rumah;

8.Mengupayakan pencahayaan dan ventilasi ruang yang memadai;

9.Memelihara beberapa tanaman/pot tanaman pengusir nyamuk seperti: sereh, liligundi, lavender, zodia, sirih, dll pada setiap teras   dan halaman rumah;

10.Memangkas tanaman hias dan tanaman pekarangan di sekitar rumah agar tidak terlalu rimbun dan sinar matahari dapat masuk          rumah sehingga rumah tidak lembab. Kondisi rumah yang lembab sangat disukai oleh nyamuk penular DBD untuk hinggap /       beristirahat, kemudian berkembang biak pada genangan air tidak jauh dari rumah tersebut;

11.Menyemprot sendiri nyamuk di dalam rumah/bangunan dengan obat pembasmi nyamuk (insektisida), dengan cara yang baik dan      benar (dosis/takaran obat, cara dan waktu penyemprotannya tepat, yaitu jam 09.00  – 10.00 Wita dan 17.00 - 18.00 Wita);

12.Menggunakan lotion anti nyamuk (repellent);

13.Membersihkan perkarangan atau halaman rumah dari barang-barang yang dapat menampung air hujan. Karena berpotensi sebagai      tempat berkembangnya jentik-jentik nyamuk;

14.Membersihkan air yang tergenang diatap rumah juga dapat mencegah berkembangnya nyamuk tersebut;

15.Pembersihan  selokan  disekitar rumah supaya air tidak tergenang.

Penyakit DBD adalah penyakit menular yang sangat ganas sehingga dapat menimbulkan kematian dalam waktu singkat karena terjadinya perdarahan dan syok. Karena itu mari kita berantas DBD, jangan biarkan diri dan sanak keluarga kita mati sia-sia karena DBD. Lakukan PSN DBD dengan 3M Plus secara serentak dan berkelanjutan setidaknya seminggu sekali, kita semua bisa kena. Kita semua pasti bisa terbebas dari serangan DBD, asal kita semua mempunyai kemauan yang kuat untuk memberantasnya.