Seminar Hari Kesehatan nasional Ke-47 Dengan Tema "HIV Ada di Sekitar Kita"
Kasus Aids yang terjadi tidak bisa dianggap enteng karena sampai saat ini belum ada obat dan orang yang terinfeksi sulit terditeksi. Untuk itu perlu upaya sungguh-sungguh dalam melakukan pencegahan. Demikian disampaikan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. IGAA Mas Widiastuti saat membuka seminar sehari yang diikuti TP PKK Kota Denpasar, Badan dan Dinas Kota Denpasar, Puskesmas dan desa/lurah, di Gedung Wanita Santhi Graha, Rabu (30/11).
Lebih lanjut Rai Mantra menambahkan dari 4.833 kasus yang terjadi di Bali 45,68 persen terjadi di Kota Denpasar, terlebih lagi 95 persen kasus yang terjadi menimpa usia produktif. Bahkan belakangan ini fakta menunjukkan bahwa HIV telah menjangkiti masyarakat umum bahkan ibu rumah tangga dan bayi. Untuk itu penanggulangan dan penanganan serius dengan melibatkan program dari instansi pemerintah, swasta, LSM dan masyarakat. Disamping itu untuk penanganan masalah kesehatan perlu diimbangi dengan peningkatan sumber daya manusia. Selain merupakan hak, sehat juga merupakan kewajiban individu, masyarakat termasuk swasta maupun pemerintah. Pembangunan kesehatan tidak terlepas dari komitmen Indonesia sebagai masyarakat dunia untuk mencapai Millenium Development Goals (MDG’s). Lima dari anggenda MDG’s berkaitan dengan langsung salah satunya memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit lainnya.
Sementara Ketua Hari Kesehatan Nasional ke-47 Tri Indarti ditemui usai pembukaan seminar mengatakan pelaksanaan seminar sehari ini untuk memperluas upaya pencegahan HIV dan Ads di Kota Denpasar. Untuk itu seminar ini menyasar TP PKK, SKPD, Puskesmas, dan Desa/Lurah se-Kota Denpasar. â€Ini merupakan salah satu upaya untuk mencegah HIV dan Aids dengan melaksanakan sosialisasi seperti sekarang ini,†ujar Tri Indarti. Untuk itu seminar yang mengambil tema HIV ada di sekitar kita perlu mendapatkan perhatian serius. Seminar ini menghadirkan Prof. Dr. Dewa Nyoman Wirawan, M.Ph dengan mengangkat materi Situasi HIV dan Aids di Kota Denpasar dan mitigasi dampak Aids terhadap anak. Sedangkan dr. IB Putu Alit, SnF, DFM mengangkat materi penangan jenasah terhadap penderita HIV dan Aids.
dr. IB Putu Alit, SnF, DFM ditemui di sela-sela seminar mengatakan untuk penanganan jenasah penderita Aids perlu diketahui porsedurnya. Bila ada jenasah yang kena HIV agar jenasah tesebut didiamkan selam 4 jam. Setelah itu basuh dengan alkohol serta disuntik dengan formalin. Untuk itu penanganan jenasah terkena virus HIV harus terus disosialisasikan.(Gst)