MEMPERINGATI HKN DAN HAS
Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra, Jumat (3/12) bertempat di Lapangan Puputan Badung mencanangkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) ditandai dengan membuka tirai. Pencanangan ini serangkaian memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) dan Hari AIDS Sedunia (HAS). Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kota Denpasar Wayan Darsa, Wakil Walikota I GN Jaya Negara, Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Selly D. Mantra, dan Pimpinan SKPD Pemkot Denpasar. Sebelum mencanangkan KTR Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Walikota IGN Jaya Negara, Ketua DPRD Kota Denpasar Wayan Darsa serta Ketua TP PKK Kota Denpasar mengikuti kegiatan jalan santai yang diikuti juga oleh unsur pendidikan dari SD hingga Universitas, serta para Jumatik Se-Kota Denpasar.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini dalam laporannya mengatakan kebiasaan merokok dapat memperbesar faktor resiko penyakit jantung, pembuluh darah, penyakit paru, gangguan kehamilan dan resiko terjadinya gangguan fungsi reproduksi. Dari data WHO menyebutkan angka kematian akibat merokok sudah mendekati 5 juta kasus per tahun. Memasuki tahun 2020 WHO memperkirakan penyakit yang berkaitan dengan tembakau menjadi masalah kesehatan utama di dunia. Untuk itu masyarakat diharapkan agar lebih bisa mengurangi resiko kesehatan akibat rokok. Lanjut dr. Sri Armini komitmen Pemkot Denpasar di bidang kesehatan tidak hanya sebatas memberikan peningkatan pelayanan di bidang kesehatan. Kedepan pihaknya juga akan menetapkan tujuh kawasan tanpa rokok. Ketujuh kawasan ini diantaranya fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja dan tempat umum lainnya. Menurut dr. Sri Armini berdasarkan data riset kesehatan dasar di Pemprov Bali prosentase penduduk umur 10 tahun keatas yang merokok tiap harinya mencapai 20,2 %. Sedangkan di Denpasar perharinya mencapai persentase 16,8 %. Langkah awal sebelum ditetapkan tujuh KTR di Denpasar ini dilakukan sosialisasi dengan melibatkan 120 peserta dari unsur DPRD Kota Denpasar, Kepsek SMP, SMA/SMK, Bendesa Pakraman, Forum Kades/Lurah dan instansi terkait. Keterlibatan peserta dari berbagai komponen ini diharapkan KTR dilaksanakan lebih efektif tidak hanya sekadar wacana.
Selebihnya dr. Sri Armini mengatakan bahaya kebiasaan merokok bukan saja memberikan dampak buruk bagi perokok, tapi mereka yang ada di sekitarnya juga terkena imbas melalui asap rokok. Perokok pasif mempunyai resiko lebih tinggi terkena penyakit kanker paru. Setelah pencanangan KTR di Lapangan Puputan Badung dr. Sri Armini mengharapkan seluruh rumah sakit pemerintah dan swasta, serta seluruh sekolah yang ada di Kota Denpasar mentaati peraturan Walikota Denpasar Nomor 25 A Tahun 2010. Rangkaian acara HKN ke-46 dan HAS Tahun 2010 menurut dr. Sri Armini telah melaksanakan berbagai kegiatan. Diantaranya Safari Kesehatan di 43 desa/Kelurahan di Kota Denpasar, Pemeriksaan Pap Smear di 4 Kecamatan, Serosurvey HIV/AIDS pada ibu hamil serta berbagai lomba dan penyerahan sembako, jas hujan dan sepeda kepada Jumantik se-Kota Denpasar oleh Walikota Rai Mantra. (Pur)