Menu

ANTISIPASI MEREBAKNYA KASUS DEMAM BERDARAH PEMKOT DENPASAR LAKUKAN PENYEMPROTAN MASSAL

  • Selasa, 21 Mei 2013
  • 1256x Dilihat
ANTISIPASI MEREBAKNYA KASUS DEMAM BERDARAH PEMKOT DENPASAR LAKUKAN PENYEMPROTAN MASSAL
Dalam rangka antisipasi terhadap merebaknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi akhir-akhir ini dan untuk mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kesehatan melaksanakan fogging massal dengan ULV (Ultra Low Volume/Pengkabutan). Fogging ini disertai dengan kegiatan Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue (Gertak PSN DBD) yang dilakukan oleh Juru Pemantau Jentik (JUMANTIK) bersama masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di seluruh wilayah Kota Denpasar mulai tanggal 21 Mei 2013 sampai dengan tanggal 10 Juni 2013, mulai Pk. 03.00 wita sampai Pk. 06.00 Wita, dilaksanakan dalam dua siklus yaitu siklus pertama dari tanggal 21 Mei s/d 31 Mei 2013 dan siklus kedua mulai tanggal 1 Juni s/d 10 Juni 2013. Fogging akan membasmi nyamuk dewasa, sedangkan Gertak PSN DBD membasmi jentiknya. Dengan perpaduan dari 2 (dua) kegiatan tersebut secara bersamaan, diharapkan dapat menekan penularan virus dengue, sehingga KLB DBD dapat dicegah. Agar upaya pengendalian penyakit DBD berhasil secara maksimal, kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk penular DBD (PSN DBD) oleh seluruh lapisan masyarakat harus dilakukan secara terus menerus sekurang-kurangnya setiap satu minggu sekali baik di rumah maupun lingkungan rumah masing-masing dan di tempat-tempat umum. Kegiatan PSN DBD di tempat-tempat umum diharapkan dapat difasilitasi dan dikoordinir oleh Kelian Banjar/Kepala lingkungan, di Sekolah oleh Kepala Sekolah., di Perkantoran, Rumah Sakit dan Puskesmas oleh Kepala Kantor, Direktur Rumah Sakit dan Kepala Puskesmas. PSN DBD dilakukan secara terpadu yakni dengan cara ‘3M’ Plus, yaitu (3M): 1. Menguras dan menyikat bak mandi/wc, drum dan tempat penampungan air lainnya sekurang-kurangnya setiap 1 (satu) minggu sekali (M1). 2. Menutup rapat-rapat tempat penampungan air, seperti: gentong air, tempayan, ember, tempat tirta dan lain-lain (M2). 3. Mengubur atau menyingkirkan barang bekas yang dapat menampung air hujan, seperti: ban bekas, kaleng bekas, botol bekas, accu bekas, telebongkak, potongan bambu dan lain-lain (M3). Cara lainnya (Plus), seperti: 1. Mengganti air vas bunga, tempat minum burung/hewan dan lain-lain sekurang-kurangnya setiap 1 minggu sekali 2. Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar/rusak 3. Menutup lubang pada potongan bambu/pohon dan lain-lain ( dengan pasir, dan lain-lain) 4. Menaburkan bubuk larvasida, pada tempat-tempat penampungan air yang sulit dikuras 5. Memelihara ikan pemakan jentik di kolam/bak-bak penampungan air lainnya yang tidak dikuras, seperti ikan kepala timah, ikan gufi, ikan cupang dan lain-lain 6. Memasang kawat kasa pada setiap lubang ventilasi rumah 7. Menghindari barang-barang berserakan dan pakaian yang bergelantungan di dalam kamar/ruang yang agak gelap 8. Mengupayakan pencahayaan dan ventilasi ruang yang memadai 9. Memelihara beberapa tanaman/pot tanaman yang tidak disukai nyamuk seperti: sereh, liligundi, lavender, zodiak dan lain-lain pada setiap teras rumah dan halaman rumah 10. Memangkas tanaman hias dan tanaman pekarangan dekat rumah agar tidak terlalu rimbun dan sinar matahari dapat masuk rumah sehingga rumah tidak lembab. Kondisi rumah yang lembab sangat disukai oleh nyamuk penular DBD untuk hinggap/beristirahat, kemudian berkembang biak pada genangan air tidak jauh dari rumah tersebut 11. Menyemprot nyamuk di dalam rumah/bangunan dengan obat pembasmi nyamuk (insektisida), dengan cara yang baik dan benar (dosis/takaran obat, cara dan waktu penyemprotannya tepat, yaitu jam 09.00 – 10.00 Wita dan 17.00 - 18.00 Wita).